|
Pemerintah Propinsi Jawa Timur menempatkan program penanggulangan kemiskinan sebagai salah satu dari 7 prioritas pembangunan Jawa Timur sebagaimana termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2006 – 2008. Arah kebijakan program ini difokuskan pada upaya penurunan angka kemiskinan, pengurangan jumlah pengangguran, peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi RTM, pengurangan beban dan perbaikan mutu hidup kelompok miskin rentan dan penguatan kapasitas kelembagaan agar berfungsi dan berperan optimal dalam pengelolaan program penanggulangan kemiskinan.
Prioritas program Gerakan Terpadu Pengentasan Kemiskinan (Gerdu-Taskin) diarahkan untuk mengurangi dampak krisis ekonomi yang terjadi dengan fokus kegiatan TRIDAYA meliputi: (i) pemberdayaan manusia, (ii) pemberdayaan usaha, dan (iii) pemberdayaan lingkungan. Program Gerdu-Taskin lebih diarahkan kepada pola pengembangan dan pengelolaan program yang lebih terpadu dan berkelanjutan. Keterpaduan diwujudkan dengan memantapkan pola kemitraan antara pemerintah Propinsi dengan pemerintah Kabupaten/Kota dan stakeholders lainnya. Keberlanjutan diwujudkan melalui pengembangan pola penanganan program yang dimulai dari Tahap Awal yang dilanjutkan dengan Tahap Penguatan dan Tahap Pemandirian , yang dilakukan secara selektif pada Desa/Kelurahan lokasi.
Program Gerakan Terpadu Pengentasan Kemiskinan (Gerdu-Taskin) Propinsi Jawa Timur yang dilaksanakan sejak tahun 2002 sampai dengan tahun 2006 telah mampu menjangkau 1.410 Desa/Kelurahan kategori merah dari seluruh target 1.801 Desa/Kelurahan kategori Merah. Pelaksanaan program Gerdu-Taskin juga telah terbukti mampu memberikan manfaat bagi rumah tangga miskin berupa: (i) pengurangan beban dan peningkatan pendapatan, (ii) menggerakkan usaha sektor riil di perdesaan, (iii) mengurangi praktik rentenir di pedesaan melalui penyediaan lembaga keuangan mikro yang melayani pinjaman modal secara mudah, cepat dan murah, (iv) terpenuhinya kebutuhan sarana dan prasarana lingkungan pedesaan, (v) terjadinya proses pembelajaran sosial ( social learning ), dan (vi) menumbuhkan suasana kegairahan praktik demokrasi dalam pengambilan keputusan pembangunan.
Program Gerdu-Taskin juga ikut memberikan kontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan. Jumlah penduduk miskin pada tahun 2001 sebesar 7.267.843 jiwa (20,91%) dan pada tahun 2004 berkurang menjadi 6.979.565 jiwa (19,10%). Namun demikian akibat kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan bencana alam di beberapa daerah, pada tahun 2005 angka kemiskinan melonjak menjadi 8.390.996 jiwa (22,51%) dan pada tahun 2006 kembali mengalami penurunan menjadi sebesar 7.455.655 jiwa (19,89%). Dalam rangka mempercepat pengurangan angka kemiskinan ini maka Pemerintah Propinsi Jawa Timur terus melaksanakan program Gerdu-Taskin dengan lebih meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelestarian program.
Pedoman Umum Program Gerdu-Taskin tahun 2007 ini disusun sebagai acuan dasar bagi pengelola program di semua tingkatan, agar mampu mengelola program secara tepat tujuan, tepat sasaran dan tepat pelaksanaan dengan memberdayakan dan memeran-sertakan RTM secara optimal. |